Pengantar Logika

Think

diambil dari album flickr Jason Devaun dibawah lisensi (CC BY-ND 2.0)

*Tulisan ini dibuat sebagai bahan pengantar dalam kegiatan diskusi Pengantar Logika Dialektika Sofia.

Perkataan “Logika” diturunkan dari kata sifat “Logike”,bahasa Yunani, yang berhubungan dengan kata benda “Logos” yang artinya pikiran atau kata sebagai pernyataan dari pikiran itu. Dalam bahasa sehari-hari, perkataan “Logika” dan “Logis” menunjuk pada cara berpikir atau cara hidup atau sikap hidup tertentu, yakni yang masuk akal, yang reasonable, yang wajar, yang beralasan atau berargumen, yang ada rasionya, atau hubungan rasionalnya, serta dapat dimengerti (walaupun cara tersebut belum tentu disetujui, benar, maupun salah).

Menurut D.F. Scheltens, logika dalam klasifikasi pengetahuan manusia berdasarkan aliran filsafat positivisme termasuk pada kelompok ilmu-ilmu Formal, yakni ilmu-ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk dan pola-pola hubungna antar-pernyataan, dan tidak menghasilkan keputusan-keputusan atau proposisi tentang kenyataan. Dengan demikian, sebagai suatu pengetahuan (disiplin ilmu), logika memiliki objek studi, dimana kemudian terbagi lagi menjadi objek Material, berupa kegiatan berpikir (tapi bukan prosesnya),  dan objek formal, merupakan pola berpikir berupa struktur formal kombinasi-kombinasi pernyataan-pernyataan yang akan mengarah kepada kegiatan berpikir yang lurus, Straight Thinking or Correct Argument .

Terdapat beberapa istilah dalam Logika yang tentunya harus dipahami lebih dulu agar tidak menimbulkan kekeliruan kemudian, diantaranya adalah Berpikir, Penalaran, Premis dan Kesimpulan, Argumen atau Argumentasi, serta Validitas dan Kebenaran. Berpikir secara teknis, adalah proses rohani atau kegiatan akal budi yang berada dalam kerangka bertanya dan berusaha memperoleh jawaban, dimana kerangka bertanya ini akan muncul jika manusia dihadapkan kepada pertanyaan atau suatu masalah. Berdasarkan tujuannya, kegiatan berpikir itu terbagi menjadi dua, yaitu berpikir praktikal, berpikir yang diajukan untuk merubah keadaan atau situasi, dan berpikir teoritikal, berpikir yang diajukan untuk merubah pengetahuan.

Selanjutnya penalaran, dapat diartikan sebagai proses dari kegiatan menguhubungkan satu pikiran dengan pikiran-pikiran lain untuk menarik sebuah kesimpulan, eng : reasoning, belanda : redenering. Premis meupakan pernyataan atau rangkaian pernyataan yang dipertautkan satu dengan yang lainnya sehingga memunculkan pernyataan tertentu, sedangkan kesimpulan adalah pernyataan tertentu yang dimunculkan berdasarkan pernyataan atau rangkaian pernyataan lainnya. Argumen atau Argumentasi adalah kumpulan-kumpulan pernyataan yang dinamakan premis atau premis-premis dan kesimpulan yang dihasilkan oleh kegiatan menalar itu. Validitas dan Kebenaran, berkaitan dengan logika valid berarti sah, absah, kuat, atau shahih, dimana yang dapat ditentukan validitasnya adalah hanya argumen (dinyatakan valid apabila kesimpulannya berakar premis-premisnya, atau premis-premisnya meniscayakan kesimpulannya), sementara yang dimaksud benar adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta (dianggap benar apabila pernyataan sesuai dengan fakta).

Prinsip-Prinsip Dasar dalam Logika

Prinsip dasar adalah pernyataan kebenaran universal yang kebenarannya sudah terbukti dengan sendirinya, dimana prinsip-prinsip ini merupakan dasar dari semua pembuktian, universal postulates of all reasoning. Terdapat empat hukum yang kemudian dijadikan prinsip dasar dalam Logika, yaitu Hukum Identitas, Hukum Kontradiksi, Hukum Penyisihan Jalan Tengah, dan Hukum Cukup Alasan.

Hukum identitas menyatakan bahwa “suatu benda adalah benda itu sendiri” selama benda itu dibicarakan atau dipikirkan,artinya konsep atau term yang digunakan di dalam suatu pemikiran haruslah tetap sama selama pembicaraan tentang hal tsb berlangsung, dan tidak boleh berubah, jika tidak arti dari konsep akan berubah dan kesimpulan yang diambil akan salah.

Hukum Kontradiksi, menyatakan bahwa dua sifat yang berlawanan tidak mungkin ada pada satu benda pada waktu dan tempat yang sama. Hukum Penyisihan Jalan Tengah, menyatakan bahwa keputusan-keputusan yang Saling berkontradiksi tidak mungkin keduanya salah, dimana tidak akan ada kemungkinan ketiga, dan kebenaran salah satu yang berkontradiksi menunjukkan kesalahan yang lainnya, begitupun sebaliknya. Hukum Cukup Alasan, menyatakan bahwa tiap kejadian harus mempunyai alasan yang cukup, demikian pula jika ada perubahan pada keadaan sesuatu, pun suatu kesimpulan tidak boleh melampaui daya dukung dari premis-premisnya (alasannya).

Kegiatan Akal Budi

Kegiatan manusia berlangsung di dalam akal budi atau intelek, the mind. Oleh karenanya, kegiatan berpikir itu sendiri adalah kegiatan akal budi atau intelek. Kegiatan akal budi manusia ini dapat dibagi dalam tiga langkah yang saling berkaitan.

Kegiatan Akal Budi Tingkat Pertama, the first operation of the mind, dinamakan aprehensi sederhana, simple aprehension yang menghasilkan terbentuknya konsep, dimana kegiatan ini berupa tindakan akal budi yang menagkao atau mengerti sesuatu tanpa mengiyakan atau menyangkal. Dapat pula dikatakan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah “apa”-nya sesuatu, what something is, atau apa yang membuat sesuatu itu menjadi sesuatu.  Kegiatan Akal Budi Tingkat Kedua, the second operation of mind, dinamakan keputusan, Judgement,Oordeel, yang menghasilkan proposisi atau putusan. Pada tingkat ini, terjadi tindakan akal budi berupa dikelompokkannya atau dihubungkannya dua konsep (idea). Tindakan akal budi ini adalah berupa mempersatukan dua konsep dengan jalan mengiyakan atau memisahkan dua konsep tsb dengan jalan menyangkal.

Kegiatan Akal Budi Tingkat ketiga, The Third Operation of Mind, dinamakan Penalaran, reasoning, redenering, yang menghasilkan argumen atau argumentasi. Pada tingkat ini, akal budi manusia melihat atau memahami sekelompok proposisi yang dalam ilmu logika disebut proposisi anteseden (premis-premis), dan berdasarkan pemahaman atas proposisi anteseden itu atau pemahaman atas hubungan antara proposisi anteseden itu, akal budi menarik atau membentuk suatu preposisi baru yang disebut proposisi konsekuen atau kesimpulann.

Sistematika Kerja Akal Budi

Untuk mulai dapat memahami dan mengetahui tentang sesuatu, ada beberapa hal yang barangkali harus kita ketahui terleih dahulu. Definisi adalah salah satunya, definisi dibutuhkan untuk menjelaskan pengertian kata atau suatu hal agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penggunaannya. Definisi digunakan untuk menetapkan sifat atau karaktersitik dari suatu hal yang mencakup jenis,genera, dan differentia, sifat pembeda yang akan membedakan hal tersebut dengan hal lainnya.

Kerancuan Berpikir

Kerancuan Berpikir, Fallacy, dalam arti teknis yang lebih sempit diartikan sebagai kekeliruan dalam penalaran atau argumen, atau dapat pula diartikan sebagai bentuk-bentuk atau jenis-jenis argumen yang tidak tepat atau salah. Seringkali, kerancuan terjadi karena argumen-argumen yang premis-premisnya secara logikal tidak relevan atau secara substansial tidak ada sangkut pautnya dengan kebenran atau kesalahan dari kesimpulan yang mau ditegakkan oleh premis-premis yang diajukan. Beberapa contohnya adalah,  Irrelevant Conclusion, Konklusi tidak relevan, kerancuan berpikir yang terjadi jika sebuah argumen yang sesungguhnya dimaksudkan untuk mendukung sebuah kesimpulan tertentu, justru diarahkan dan digunakan untuk membenarkan sebuah kesimpulan yang lain. Argumentum Ad Hominem (Abusive), adalah kerancuan yang terjadi jika suatu argumen diarahkan untuk menyerang pribadi orangnya, khususnya dengan menunjukkan kelemahan atau kejelekan orang yang bersangkutan, dan tidak berusaha untuk secara rasional membuktikan bahwa apa yang dikemukakan oleh orang yang diserang itu adalah salah. Argumentum Ad Hominem (Circumstantial), kerancuan ini terjadi jika sebuah argumen diarahkan pada pribadi orangnya dalam kaitan dengan situasi/keadaan orang itu sendiri. Argumentum Ad Ignorantium,  kerancua ini terjadi, jika suatu hal dinyatakan benar semata-mata karena belum dibuktikan bahwa hal itu salah, atau sebaliknya sesuatu dinyatakan salah karena belum dibuktikan bahwa hal itu benar.

Jerina Novita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s