Amerika Serikat dan Kita: Perihal Kemerdekaan dan Bentuk Negara

sumber gambar: people.hoestuffworks.com dan mannaismayaadventure.wordpress.com

Pertama, harus saya sampaikan bahwa saya bukan pakar sejarah. Basis ilmu yang saya pelajari juga bukan tentang sejarah. Saya hanyalah seorang yang awam dalam bidang ilmu sejarah, namun memiliki sepercik rasa lebih kepada sejarah. Jadi, bagi para pakar sejarah, gak usah lebay membaca tulisan orang awam ini.

Kedua, ide tulisan ini muncul karena salah seorang teman saya bertanya tentang mengapa Indonesia harus berbentuk kesatuan bukan federasi. Lebih jauh ditanyakan mengapa pada tahun 1949 Republik Indonesia Serikat tidak dapat bertahan bahkan sampai umur setahun.

Entah bagaimana, sontak muncul Amerika Serikat dalam pikiran saya. Suatu negara adidaya yang terkenal dengan sistem federasinya. Kita tahu, negara federasi adalah perserikatan negara-negara (yang selanjutnya disebut negara bagian) dan membentuk satu negara perserikatan.

Bagi sebagian pelajar muda (yang tentunya awam sejarah), membanting haluan dari suatu negara kesatuan menjadi negara federasi, terdengar sangat menggiurkan. Pertimbangan utamanya, biasanya: Indonesia adalah gugusan kepulauan yang dipisahkan peraian; dahulu terpecah dalam kerajaan-kerajaan kecil; memiliki ratusan kebudayaan dan kepercayaan yang berbeda-beda; dan semacamnya. Bukankah ide Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara masing-masing menjadi sebuah self-governing state sangat menggiurkan? Terdengar dapat menyelesaikan masalah ekonomi-sosial-politik-budaya selama ini? Continue reading “Amerika Serikat dan Kita: Perihal Kemerdekaan dan Bentuk Negara”