Masih Ada Suap dalam Tubuh Kekuasaan Kehakiman

bribe
diambil dari https://www.cbsnews.com/

Tulisan ini dikirimkan oleh  Rafie Thaqif Altamis

Sampai detik ini, budaya korupsi masih menjamur dalam tubuh kekuasaan kehakiman. Badan yang merupakan ujung tombak dalam penegakan hukum dianggap tidak menjaga marwah dan netralitasnya, sesuai dengan kode etik kekuasaan kehakiman. Hal ini bertentangan dengan prinsip peradilan yang bebas dari segala pengaruh, yang sedemikian tertera dalam kode etik kekuasaan kehakiman. Dalam jangka panjang, birokrasi di negeri ini menjadi abu-abu dan kacau karena ulah para penegak hukum yang masih memikirkan koin ketimbang keadilan yang hakiki, sesuai cita-cita luhur bangsa dan bernegara. Tak jarang banyak para pencari keadilan menghindari proses peradilan yang terkesan “ditiketkan” dan malah mencari mediator untuk menyelesaikan sengketa, sehingga tidak perlu berhadapan di muka sidang yang dalam kenyataannya tidak cepat, murah dan sederhana. Continue reading “Masih Ada Suap dalam Tubuh Kekuasaan Kehakiman”

Advertisements

Tindak Lanjuti Ahok Secara Hukum

Slide1Slide2

Pertama kali dipublikasikan di akun LINE@ Dialektika Sofia pada 09 Oktober 2016

Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan dan mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari pokok-pokok ajaran agama itu.
(Pasal 1 UU No. 1/PNPS/1965) Continue reading “Tindak Lanjuti Ahok Secara Hukum”